PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA GALERI SENI RUPA DAN MUSIK TRADISIONAL DI KABUPATEN BOGOR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kabupaten Bogor menyimpan berbagai seni dan budaya lokal yang sangat beragam yang mulai terpinggirkan akibat adanya perkembangan zaman dan kurangnya fasilitas pelestarian dan ruang apresiasi yang beresiko tidak dikenal luas dan kehilangan penerus, generasi muda. kondisi ini menekankan kebutuhan akan wadah yang dapat melestarikan, mendidik, dan mengapresiasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gagasan arsitektural Galeri Seni Rupa dan Musik Tradisional Bogor dengan pendekatan Neo-Vernakular Sunda sehingga mampu mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam desain yang modern. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur, studi banding, analisis internal dan eksternal serta analisis deskriptif untuk menerjemahkan data ke dalam konsep arsitektural. Dengan pemimplementasian Prinsip-prinsip Neo-Vernakular diterapkan pada pengaturan lahan, pembentukan bangunan, struktur, serta pilihan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan elemen arsitektur Sunda termasuk penggambaran hierarki ruang dan bentuk Julang Ngapak dapat diadaptasi dengan cara yang modern untuk menciptakan galeri seni yang interaktif, memiliki karakter lokal, dan relevan untuk masyarakat serta menjadi simbol budaya yang berkelanjutan bagi Kabupaten Bogor.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.