JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI
<p><strong>Jurnal Kolaborasi Arsitektur</strong> merupakan jurnal yg dipublikasikan dengan cara OJS (open journal system) oleh Universitas Pandanaran Semarang. Jurnal ini mengakomodasi publikasi peneliti-peneliti yg meneliti di bidang arsitektur, urban design, built environment, building technologi, heritage dan tourism. Jurnal Arsitektur Kolaborasi terbit dua kali dalam setahun yaitu di awal bulan April dan November.</p>Universitas Pandanaran id-IDJURNAL KOLABORASI UNPAND2808-2435KAJIAN PENERAPAN FLEKSIBILITAS PADA THE NATIONAL ART CENTER TOKYO
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/112
<p>Art Center sebagai ruang budaya dan kreatif memiliki peran penting guna memfasilitasi kegiatan seni, pertunjukan, pameran, serta kegiatan kebudayaan lainnya. Namun, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pusat-pusat seni semacam ini adalah efisiensi penggunaan ruang, terutama ketika aktivitas seni tidak berlangsung secara terus-menerus. Berbeda dengan gedung komersial yang beroperasi penuh sepanjang hari, Art Center sering kali mengalami kekosongan atau rendahnya utilisasi ruang karena sifat aktivitas seni yang bersifat temporer, seperti pameran yang hanya berlangsung selama beberapa waktu atau pertunjukan-pertunjukan yang digelar secara berkala. Kondisi inilah yang mendasari penelitian ini untuk mengeksplorasi fleksibilitas ruang Art Center, di mana ruangan dapat beradaptasi untuk fungsi lain tanpa mengubah identitas dan fungsi utama bangunan. Metode penelitian meliputi studi literatur pada Art Center yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen adaptif dalam tata ruang dapat meningkatkan utilitas bangunan sekaligus mempertahankan nilai estetika dan fungsionalitasnya sebagai pusat seni. Implikasi dari temuan ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan perencana tata ruang dalam merancang fasilitas budaya yang efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>Cahya WardaniVijar Galax Putra Jagat Paryoko
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-092026-04-096111910.54325/kolaborasi.v6i1.112KAJIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN SPORT CENTER DI KOTA BATU
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/128
<p>Kota Batu memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism karena kondisi alam yang sejuk dan mendukung aktivitas olahraga berbasis alam. Pemerintah Kota Batu menggagas pembangunan <em>Sport Center</em> berbasis sportainment sebagai ikon baru yang menggabungkan fungsi olahraga, rekreasi, dan edukasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana prinsip arsitektur kontemporer dapat dijadikan dasar konseptual dalam perancangan <em>Sport Center</em> di Kota Batu yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis konteks kawasan Oro-oro Ombo, dan identifikasi prinsip arsitektur kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip human-centered design, spatial flexibility, dan contextual identity mampu menghasilkan rancangan <em>Sport Center</em> yang tidak hanya fungsional dan fleksibel, tetapi juga mencerminkan karakter sport tourism Kota Batu sebagai kota wisata olahraga yang modern dan berkelanjutan.</p>Abdul RohmanMuhammad FaisalRetno Hastijanti
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461202810.54325/kolaborasi.v6i1.128IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DALAM PERANCANGAN KAWASAN WISATA ALAM DESA SELOTAPAK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/130
<p>Studi ini mengeksplorasi implementasi Arsitektur Kontekstual dalam desain kawasan wisata alam di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dimotivasi oleh potensi alam dan budaya desa yang signifikan, yang belum dikelola secara optimal, serta kebutuhan akan pendekatan desain yang menyelaraskan pembangunan dengan karakteristik lingkungan dan sosial budaya setempat. Tujuan utama studi ini adalah untuk merumuskan konsep desain kawasan wisata yang responsif terhadap lanskap fisik, budaya lokal, dan dinamika masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis digunakan, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontekstual—seperti adaptasi terhadap topografi, integrasi dengan lanskap pertanian, penggunaan material lokal, dan dukungan terhadap ekonomi lokal— berkontribusi pada terciptanya lingkungan wisata yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis tempat. Studi ini menyimpulkan bahwa Arsitektur Kontekstual tidak hanya berfungsi sebagai metode desain, tetapi juga sebagai pendekatan holistik yang mampu memperkuat identitas lokal, mendorong partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Desain yang diusulkan diharapkan dapat berfungsi sebagai model referensi untuk pengembangan kawasan wisata alam di konteks pedesaan lainnya di Indonesia.</p>Yoga Septian Alea SembadaTigor Wilfritz Soaduon PanjaitanBenny Bintarjo
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461293810.54325/kolaborasi.v6i1.130ANALISIS PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DALAM PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK DI KOTA MALANG
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/133
<p>Kota Malang menghadapi tantangan terkait kebutuhan hunian akibat urbanisasi yang terus meningkat. Berdasarkan proyeksi Rencana Pengembangan Infrastruktur Wilayah (RPIW) Jawa Timur 2025-2034, backlog perumahan di Kota Malang mencapai 84.840 unit dengan Tingkat kepemilikan rumah menurun dari 79,59% (2023) menjadi 77,60% (2024). Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan arsitektur perilaku dalam perancangan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) untuk Masyarakat Menengah Ke bawah di Kota Malang. Metode yang digunakan dalah kualitatif melalui studi literatur, analisis perilaku, dan studi kasus Rusun existing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur perilaku dapat diterapkan melalui: (1) desain unit hunian multifungsi dengan 30 m2 yang memenuhi fleksibilitas aktivitas, (2) ruang komunal yang mendorong interaksi sosial, (3) koridor sebagai ruang sosial bukan hanya sirkulasi. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi hunian vertikal yang tidak hanya terjangkau secara ekonoomi tetapi juga memenuhi kebutuhan sosial, dan budaya penghuninya, sehingga memberikan kontribusi dalam mengatasi backlog perumahan di Kota Malang.</p>Ainiyah Sekar Ayu Kenar KinasihFarida MurtiDadoes Soemarwanto
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461394710.54325/kolaborasi.v6i1.133PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA GALERI SENI RUPA DAN MUSIK TRADISIONAL DI KABUPATEN BOGOR
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/116
<p>Kabupaten Bogor menyimpan berbagai seni dan budaya lokal yang sangat beragam yang mulai terpinggirkan akibat adanya perkembangan zaman dan kurangnya fasilitas pelestarian dan ruang apresiasi yang beresiko tidak dikenal luas dan kehilangan penerus, generasi muda. kondisi ini menekankan kebutuhan akan wadah yang dapat melestarikan, mendidik, dan mengapresiasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gagasan arsitektural Galeri Seni Rupa dan Musik Tradisional Bogor dengan pendekatan Neo-Vernakular Sunda sehingga mampu mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam desain yang modern. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur, studi banding, analisis internal dan eksternal serta analisis deskriptif untuk menerjemahkan data ke dalam konsep arsitektural. Dengan pemimplementasian Prinsip-prinsip Neo-Vernakular diterapkan pada pengaturan lahan, pembentukan bangunan, struktur, serta pilihan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan elemen arsitektur Sunda termasuk penggambaran hierarki ruang dan bentuk Julang Ngapak dapat diadaptasi dengan cara yang modern untuk menciptakan galeri seni yang interaktif, memiliki karakter lokal, dan relevan untuk masyarakat serta menjadi simbol budaya yang berkelanjutan bagi Kabupaten Bogor.</p>Ravitya Camolind DamahesaFarida MurtiDadoes Soemarwanto
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461486210.54325/kolaborasi.v6i1.116SIMULASI DESAIN PASIF SEBAGAI TAHAP PRA-OTOMATISASI DALAM EVALUASI PERFORMA ENERGI BANGUNAN TROPIS DI INDONESIA
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/166
<p>Efisiensi energi bangunan merupakan isu krusial dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan di wilayah tropis lembap seperti Indonesia. Pada praktiknya, sistem otomatisasi bangunan sering diterapkan pada tahap operasional, sementara optimalisasi desain pasif pada tahap perancangan awal belum dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, sistem otomatisasi kerap bekerja pada bangunan yang sejak awal memiliki performa energi kurang efisien. Penelitian ini menganalisis peran simulasi energi tahap awal sebagai proses pra-otomatisasi dalam evaluasi performa energi bangunan tropis. Simulasi dilakukan menggunakan Sefaira untuk menguji pengaruh beberapa parameter desain pasif terhadap konsumsi energi, meliputi orientasi bangunan, <em>Window-to-Wall Ratio </em>(<em>WWR</em>), konfigurasi peneduhan, nilai <em>U-Value</em> selubung bangunan, karakteristik kaca, serta beban internal. Objek simulasi berupa bangunan kecil seluas ±50 m² dengan data iklim Jakarta sebagai representasi iklim tropis perkotaan. Simulasi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan satu variabel berubah pada satu waktu. Hasil simulasi digunakan untuk mengidentifikasi kombinasi parameter yang menghasilkan konsumsi energi minimum. Dalam kerangka penelitian ini, hasil simulasi diposisikan sebagai <em>performance envelope</em>, yaitu rentang performa energi yang menjadi dasar penentuan pagu operasional sistem otomatisasi. Dengan demikian, simulasi desain pasif tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi tahap awal, tetapi juga sebagai fondasi metodologis bagi pengembangan bangunan berteknologi lanjut yang efisien energi.</p>Jessica Fitriani PutriAndi Prasetiyo
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461637710.54325/kolaborasi.v6i1.166KECERDASAN BUATAN UNTUK MANAJEMEN ENERGI DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN MENUJU KOTA PINTAR
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/170
<p>Urbanisasi telah memberikan dampak tekanan pada sistem energi kota dan kualitas lingkungan, yang mengakibatkan kebutuhan akan pendekatan yang efisien, adaptif dan integratif untuk menanganinya. Sistem pengelolaan konvensional biasanya memisahkan sektor per sektor, yang berakibat membatasi pembuatan keputusan yang holistik. Menggunakan kerangka berpikir smart city, artificial intelligence (AI) telah menjadi teknologi kunci untuk mengelola data kota yang kompleks dan real time, serta memberikan respon yang prediktif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran AI tersebut dengan menggunakan metode literature review naratif dari publikasi lima tahun terakhir. Studi ini mensintesiskan penggunaan AI dalam manajemen energi, proses monitoring lingkungan dan integrasi lintas sektor, serta menggarisbawahi perubahan penggunaan AI dari reaktif ke prediktif. Studi ini menemukan bahwa AI lebih sering digunakan per sektor spesifik. Penggunaan AI secara integratif seperti pada data fusion, decision support system dan digital twin masih terbatas, namun menunjukkan potensi besar untuk pengelolaan kota yang holistik. Beberapa tantangan dalam implementasi adalah ketersediaan infrastruktur data interoperability dan kesiapan sumber daya manusia, selain perimbangan lain. Paper ini menunjukkan arah strategis untuk penggunaan AI secara bertahap untuk mendukung perkembangan kota yang adaptif, efisien dan berkelanjutan.</p>Stephanus Wirawan DharmatannaElvina Shanggrama WijayaAngela Jasmine Tanya Tjahyana
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461788510.54325/kolaborasi.v6i1.170PERANCANGAN MUSEM BERBASIS DESAIN ARSITEKTUR IMERSIF
https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/178
<p>Museum kontemporer mengalami pergeseran paradigma dari sekadar penyimpanan koleksi menuju ruang publik yang berorientasi pada pengalaman pengunjung, mengedepankan partisipasi aktif, keterlibatan emosional, dan integrasi teknologi imersif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan desain imersif dalam arsitektur museum kontemporer melalui studi kasus Messner Mountain Museum (MMM) Corones dan Artipelag. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif–analitis dalam paradigma interpretatif, di mana arsitektur dipahami sebagai medium pengalaman yang membentuk persepsi dan keterlibatan pengunjung. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu alur ruang, zonasi, sirkulasi, dan suasana ruang, sebagai elemen pembentuk pengalaman imersif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMM Corones menerapkan strategi imersi yang bersifat terarah dan kontemplatif melalui pengendalian sekuens ruang, sirkulasi linier, serta atmosfer monumental yang menekankan refleksi dan narasi simbolik. Sementara itu, Artipelag menghadirkan pendekatan imersif yang lebih terbuka dan kontekstual, dengan sekuens ruang yang mengalir, sirkulasi fleksibel, dan atmosfer natural yang menyatu dengan lanskap sekitarnya. Perbandingan kedua objek studi menegaskan bahwa desain arsitektur imersif tidak bersifat tunggal, melainkan terdiri dari beragam pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan pengalaman ruang yang ingin dibangun.</p>Aris BudhiyantoAxel Fay Kuntjoro
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL KOLABORASI UNPAND
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-142026-04-1461869710.54325/kolaborasi.v6i1.178