Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI <p><strong>Jurnal Kolaborasi Arsitektur</strong> merupakan jurnal yg dipublikasikan dengan cara OJS (open journal system) oleh Universitas Pandanaran Semarang. Jurnal ini mengakomodasi publikasi peneliti-peneliti yg meneliti di bidang arsitektur, urban design, built environment, building technologi, heritage dan tourism. Jurnal Arsitektur Kolaborasi terbit dua kali dalam setahun yaitu di awal bulan April dan November.</p> id-ID kolaborasi_jurnal@unpand.ac.id (Admin Kolaborasi) mutia.mandaka@unpand.ac.id (Mutiawati Mandaka) Fri, 07 Nov 2025 07:43:02 +0000 OJS 3.3.0.19 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 AKSESIBILITAS PADA RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DALAM KONTEKS PERANCANGAN LANSKAP INKLUSIF DI MALANG, STUDI KASUS: TAMAN MERBABU, HUTAN KOTA MALABAR https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/94 <p><em>Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan elemen penting dalam perancangan kota yang inklusif dan berkelanjutan, namun kelompok difabel masih sering terpinggirkan dalam proses desain ruang publik. Penerapan prinsip lanskap inklusif, terutama dalam hal aksesibilitas dan sirkulasi ruang, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang adil bagi semua pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat aksesibilitas RTH publik di Kota Malang berdasarkan prinsip lanskap inklusif. Tiga taman kota yang populer, yaitu Taman Merbabu, Hutan Kota Malabar, dan Taman Slamet, dipilih sebagai studi kasus berdasarkan tingkat kunjungan yang tinggi dan perannya sebagai ruang interaksi sosial. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, dokumentasi visual, dan penilaian elemen fisik berdasarkan kriteria aksesibilitas seperti jenis dan kondisi perkerasan, kemiringan jalur, keberadaan ramp, handrail, serta signage ramah difabel. Hasil menunjukkan bahwa Hutan Kota Malabar belum memenuhi sebagian besar standar aksesibilitas, sementara Taman Merbabu dan Taman Slamet telah memiliki beberapa elemen ramah tunanetra namun belum menjangkau semua jenis disabilitas. Rekomendasi perbaikan meliputi penggunaan perkerasan antiselip, pemasangan signage braille, serta penyediaan ramp dan handrail sesuai standar desain universal.</em></p> Dian Kartika Santoso, Sovie Nurmalia Junita, Faiz Ramadiansyah, Darini Yusrina Abidah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/94 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 DINAMIKA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DI KAWASAN PULAU MAS, KOTA MAGELANG https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/96 <p><em>Prasarana berkelanjutan merupakan salah satu prinsip penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Evaluasi terhadap ketersediaan prasarana permukiman perlu dilakukan berdasarkan persepsi masyarakat sebagai bahan masukan untuk semua pihak yang terlibat dalam penyediaan prasarana. Studi riset yang dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kualitas prasarana permukiman di Lingkungan Pulau Mas, Kota Magelang, serta efektivitas pengelolaannya. Lingkungan Pulau Mas dipilih sebagai studi kasus karena adanya alokasi dana pembenahan pada tahun 2024, sementara masyarakat dan pengurus belum memiliki kejelasan terkait prioritas pembangunan sarana dan prasarana. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner berdasarkan lima kategori prasarana menurut Grigg, yaitu: prasarana jalan, prasarana air, prasarana pengolahan limbah padat, prasarana bangunan luar dan olahraga, serta prasarana distribusi dan produksi energi. Persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Likert, sedangkan penentuan prioritas pembenahan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan dari total 90 responden, 13 responden memiliki persepsi sedang terhadap ketersediaan prasarana, sementara 77 responden memiliki persepsi tinggi. Berdasarkan analisis prioritas, pembenahan prasarana olahraga dipilih sebagai kebutuhan utama, mengingat kondisi eksisting dan kebutuhan masyarakat saat ini. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Magelang, serta menjadi acuan bagi perencana dan perancang dalam merencanakan prasarana yang optimal dan tepat sasaran.</em></p> Vincensius Oktsaga Pilar Abadi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/96 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 DESAIN SENSORI VISUAL PADA TAMAN BERMAIN ANAK DI SLEMAN, YOGYAKARTA https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/97 <p>Taman bermain anak merupakan salah satu tempat yang dapat mendukung perkembangan kognitif bagi anak usia 0 hingga 6 tahun melalui aktivitas <em>sensory play.</em> Oleh karena itu, aspek sensori dalam desain taman bermain anak menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, salah satu aspek sensori tersebut adalah aspek sensori visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana desain sensori visual pada taman bermain anak berpengaruh pada preferensi zona bermain bagi anak-anak usia 0 hingga 6 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih menyukai zona bermain yang memiliki warna-warna cerah, topografi berkontur, memiliki pencahayaan alami, memiliki desain representasi alam, dan memiliki jenis wahana permainan yang beragam.</p> Tabita Febriawaty Kartika Putri Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/97 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI KORIDOR MENJADI RUANG SOSIAL: STUDI PERILAKU PENGHUNI RUSUN MRANGGEN, KABUPATEN SLEMAN https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/98 <p>Koridor pada rumah susun, yang secara desain berfungsi sebagai jalur sirkulasi dan ruang transisi antar unit hunian, dalam praktiknya sering dimanfaatkan secara lebih luas oleh penghuni. Dalam hunian vertikal dengan keterbatasan ruang privat, penghuni cenderung melakukan adaptasi ruang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Koridor yang seharusnya bersifat komunal mengalami pergeseran fungsi akibat tekanan spasial dan kebutuhan akan ruang tambahan, seperti untuk menyimpan barang, menjemur pakaian, atau menerima tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penghuni terhadap fungsi koridor di Rumah Susun Mranggen Gedung Hijau, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya dalam konteks pemanfaatan ruang di luar batas privat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penghuni memanfaatkan koridor sebagai ruang tambahan dengan fungsi yang bersifat lebih pribadi. Adaptasi ini mencerminkan respons terhadap keterbatasan ruang hunian dan kebutuhan fungsional harian. Pergeseran fungsi koridor ini berdampak pada terganggunya sirkulasi, berkurangnya kenyamanan ruang komunal, serta terbentuknya batas baru antara ruang publik dan privat. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang komunal dalam rumah susun perlu mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan oleh penghuni, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan individual tanpa mengorbankan fungsi sosial dan efisiensi tata ruang secara keseluruhan.</p> Dioni Octaviano, Dyan Agustin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/98 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI POLA ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT PERBELANJAAN DI IKLIM TROPIS: LAGOON AVENUE MALL SUNGKONO SURABAYA https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/101 <p>Penerapan pola arsitektur biofilik dalam ruang komersial seperti mall, khususnya di kawasan beriklim tropis, masih jarang dikaji secara mendalam. Padahal, pendekatan desain ini menawarkan potensi besar dalam mengintegrasikan elemen alam ke dalam lingkungan binaan guna meningkatkan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arsitektur biofilik pada <em>Lagoon Avenue Mall</em> Sungkono Surabaya, sebuah pusat perbelanjaan semi-outdoor di Surabaya. Studi dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi fotografis, serta pemetaan pola biofilik berdasarkan kategori <em>Nature in the Space, Natural Analogues, </em>dan<em> Nature of the Space</em> dalam 14 pola desain biofilik. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi jenis, distribusi, dan proporsi pola arsitektur biofilik yang tampak dalam ruang publik mall. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa <em>Lagoon Avenue Mall</em> Sungkono Surabaya menampilkan pola biofilik yang cukup beragam, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara konsisten di seluruh area sirkulasi utama. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik perancangan ruang komersial tropis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkaya literatur mengenai representasi pola biofilik dalam konteks urban.</p> RAVINDA ARGA WIJAYA, AZKIA AVENZOAR Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/101 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL ARSITEK KONTEMPORER BERDASARKAN MODEL BISNIS (2020–2024) https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/103 <p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam praktik arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi transformasi digital yang diadopsi oleh arsitek kontemporer berdasarkan model bisnis mereka. Studi literatur ini mencakup rentang waktu 2020–2024 dan mengulas berbagai pendekatan arsitek dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses desain dan kolaborasi profesional. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan publikasi akademik. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan peluang sekaligus tantangan yang signifikan, tergantung pada model bisnis yang digunakan oleh masing-masing firma arsitektur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami preferensi strategi desain digital arsitek kontemporer dan menyarankan penguatan kapasitas digital serta model kolaboratif lintas-disiplin.</p> <p><strong> </strong></p> Jessica Fitriani Putri, Amos Setiadi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/103 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI ELEMEN FASAD KOLONIAL PADA GEDUNG SINGA KUNING, JAKARTA https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/105 <p>Arsitektur kolonial Belanda merupakan warisan masa penjajahan yang masih terlihat di kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu bangunan yang mencerminkan gaya tersebut adalah Gedung Singa Kuning di Jalan Kali Besar Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen fasad bangunan tersebut sebagai representasi arsitektur kolonial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Analisis mengacu pada teori fasad oleh Rob Krier dan teori arsitektur kolonial oleh Handinoto. Hasil menunjukkan bahwa fasad Gedung Singa Kuning memiliki ciri khas kolonial seperti atap pelana, jendela besar, pintu ganda, cripedoma, ornamen dekoratif, dan komposisi simetris. Elemen-elemen ini tidak hanya berfungsi secara struktural dan estetis, tetapi juga merepresentasikan simbol kekuasaan dan identitas visual pada masa kolonial. Kajian ini diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian bangunan cagar budaya dan memperkaya pemahaman tentang karakter arsitektur kolonial di Indonesia.</p> Rayden Soegiarto, Srestha Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/105 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 JEJARING DESTINASI WISATA SEJARAH DI JALUR PESISIR PANTURA JAWA TENGAH; STUDI KASUS REMBANG - LASEM https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/108 <p>Koridor pusaka Rembang Lasem di pesisir utara Jawa menyimpan lanskap budaya yang kaya, dipengaruhi oleh tradisi Jawa, Tionghoa, dan kolonial. Meskipun memiliki signifikansi sejarah yang tinggi, kajian tentang kawasan ini sebagian besar hanya berfokus pada Lasem, sementara keterhubungannya dengan Rembang masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejaring spasial dan historis destinasi heritage di Rembang – Lasem guna memperkuat dasar pengembangan pariwisata pusaka yang terpadu. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi digital, kemudian dianalisis melalui pemetaan spasial serta analisis jejaring graf. Hasil penelitian menunjukkan pola linear–klaster, di mana Rembang berfungsi sebagai gateway node dan Lasem sebagai <em>heritage core</em>. Simpul penting seperti Museum R.A. Kartini, Klenteng Cu An Kiong, dan Situs Perahu Kuno menempati posisi strategis sebagai penghubung rute tematik, mencakup sejarah maritim, akulturasi budaya, dan warisan religius. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis melalui penerapan perspektif jejaring pada pariwisata <em>heritage</em> di kota kecil–menengah, sekaligus kontribusi praktis berupa rekomendasi bagi pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk mengembangkan rute budaya serta kebijakan pariwisata berkelanjutan.</p> Stephanus Wirawan Dharmatanna, Rayden Lauwirya Soegiarto, Anthony Srestha Rares Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/108 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS MATERIAL DINDING DAN ELEMEN PEMBAYANG SELUBUNG PADA KENYAMANAN TERMAL APARTEMEN STUDIO TROPIS https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/109 <p>Selubung bangunan memegang peranan penting terhadap konservasi energi di dalam bangunan dan kenyamanan termal interior. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh desain selubung bangunan terhadap kenyamanan termal di unit apartemen tipe studio di Surabaya yang berorientasi ke timur, dengan fokus pada elemen pembayang, rasio luas jendela terhadap dinding, dan material bangunan. Metode penelitian menggunakan simulasi dengan software Integrated Environmental Solutions-Visual Environment (IES-VE). Simulasi dilakukan pada empat model apartemen dengan variasi desain selubung: Model 1 memodifikasi material dinding dengan nilai U lebih rendah, Model 2 mengurangi rasio jendela terhadap dinding, Model 3 menambahkan elemen pembayang vertikal perforated panel dengan bukaan lebar, sedangkan Model 4 menggunakan perforated panel dengan bukaan kecil. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model 1 dan Model 4 secara signifikan mampu menurunkan suhu operatif dan suhu radian rata-rata, masing-masing sebesar 0,83°C dan 1,01°C pada kondisi puncak. Sebaliknya, Model 3 tidak menunjukkan perbaikan berarti karena balkon sudah berfungsi sebagai pembayang horizontal, sehingga penurunan hanya 0,04°C. Dengan demikian, pemilihan material dinding dengan nilai U rendah serta penggunaan elemen pembayang yang tepat terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan termal apartemen di iklim tropis.</p> Aris Budhiyanto Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/109 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 ADAPTIVE REUSE BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KAWASAN KOMERSIAL: STUDI KASUS SD NETRAL C YOGYAKARTA https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/102 <p>Penelitian ini mengeksplorasi tantangan dan peluang bangunan cagar budaya di kawasan komersial perkotaan Indonesia melalui studi kasus SD Netral C (Sekolah Dasar Netral C) Yogyakarta—sebuah sekolah bersejarah yang didirikan pada era kolonial dan masih mempertahankan fungsi aslinya di tengah tekanan komersial kawasan Malioboro. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi keseimbangan antara pelestarian cagar budaya dengan viabilitas ekonomi melalui penerapan <em>adaptive reuse</em> sebagai sebuah strategi. Melalui pendekatan studi kasus eksploratif, data dikumpulkan dari observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan SD Netral C memiliki nilai cagar budaya yang unik (bertahan selama 113 tahun, berkarakter inklusif, dan berstatus<em> Sultan Ground</em>), namun menghadapi ancaman penurunan jumlah siswa akibat gentrifikasi. Dua skenario <em>adaptive reuse</em> dikembangkan: <em>Heritage School Plus</em> (intervensi minimal dengan program cagar budaya tambahan) dan <em>Community Heritage Hub</em> (<em>mixed-use</em> sebagai fungsi pendidikan-komunitas-komersial). Observasi mengungkap perbedaan antargenerasi dalam merespons perubahan—generasi tua lebih mendukung preservasi maksimal, sementara generasi muda lebih adaptif. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan bertahap dimulai dengan intervensi minimal untuk membangun kepercayaan sebelum transformasi lebih lanjut.</p> Muhammad Ikhwan, Erlangga Winoto, Putu Ayu Pramanasari Agustiananda, Arif Budi Sholihah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/102 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000 ORNAMEN SEBAGAI IDENTITAS RUANG: KAJIAN KOMPARATIF GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DAN RADJAWALI SCC https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/115 <p>Ornamen memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang, karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif namun juga sebagai media visual yang dapat mengkomunikasikan budaya, sejarah, dan juga nilai simbolis. Penelitian ini membahas peran ornamen sebagai pembentuk identitas ruang melalui studi komparatif antara Gedung Kesenian (GK) Sunan Ambu yang terletak di ISBI Bandung dan Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan pendekatan analisis visual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GK Sunan Ambu, peran ornamen cenderung fungsional sehingga belum dapat sepenuhnya menghadirkan identitas dari karakter “Sunan Ambu” yang merepresentasikan budaya Sunda. Sedangkan pada RSCC penerapan ornamen dengan bentuk geometris dan simbolis yang menyerupai sayap rajawali serta penggunaan motif batik parang pada fasad bangunan telah dapat menghadirkan identitas “Radjawali” yang khas dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pengunjung. Dengan demikian, ornamen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas ruang melalui integrasi fungsi estetika, simbolik, serta kultural yang dikemas dalam satu kesatuan desain ornamen yang bermakna, sehingga dapat menghadiran pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.</p> Carina Sarasati, Khairul Mustaqin, Bilal Ramadhan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Arsitektur Kolaborasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.kolaborasi.unpand.ac.id/index.php/KOLABORASI/article/view/115 Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000