PERANCANGAN MUSEM BERBASIS DESAIN ARSITEKTUR IMERSIF

Main Article Content

Aris Budhiyanto
Axel Fay Kuntjoro

Abstract

Museum kontemporer mengalami pergeseran paradigma dari sekadar penyimpanan koleksi menuju ruang publik yang berorientasi pada pengalaman pengunjung, mengedepankan partisipasi aktif, keterlibatan emosional, dan integrasi teknologi imersif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan desain imersif dalam arsitektur museum kontemporer melalui studi kasus Messner Mountain Museum (MMM) Corones dan Artipelag. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif–analitis dalam paradigma interpretatif, di mana arsitektur dipahami sebagai medium pengalaman yang membentuk persepsi dan keterlibatan pengunjung. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu alur ruang, zonasi, sirkulasi, dan suasana ruang, sebagai elemen pembentuk pengalaman imersif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMM Corones menerapkan strategi imersi yang bersifat terarah dan kontemplatif melalui pengendalian sekuens ruang, sirkulasi linier, serta atmosfer monumental yang menekankan refleksi dan narasi simbolik. Sementara itu, Artipelag menghadirkan pendekatan imersif yang lebih terbuka dan kontekstual, dengan sekuens ruang yang mengalir, sirkulasi fleksibel, dan atmosfer natural yang menyatu dengan lanskap sekitarnya. Perbandingan kedua objek studi menegaskan bahwa desain arsitektur imersif tidak bersifat tunggal, melainkan terdiri dari beragam pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan pengalaman ruang yang ingin dibangun.

Article Details

Section
Artikel